Form pre-test

Scroll untuk lanjut

Apa itu perilaku seksual daring?

Di era digital saat ini, seksualitas daring menjadi semakin umum, tetapi apakah itu benar-benar aman? Mari kita jelajahi bersama risiko dan cara melindungi diri dalam dunia maya.

Konsumsi Konten Seksual Digital
"Aktivitas mencari, melihat, atau mengunduh materi yang bermuatan seksual di internet. Hal ini mencakup menonton pornografi, membaca cerita erotis (fanfiction dewasa), hingga mengunjungi situs web atau forum khusus dewasa."
Komunikasi dan Interaksi Seksual (Sexting)
"Tindakan saling mengirim, menerima, atau membagikan pesan teks, foto, maupun video yang bernuansa intim dan seksual melalui media sosial atau aplikasi chatting. Aktivitas ini biasanya dilakukan atas dasar suka sama suka antar individu atau pasangan."
Rekreasi Seksual Virtual (Cybersex)
"Keterlibatan dalam aktivitas seksual interaktif secara real-time di dunia maya. Ini bisa berupa melakukan panggilan video intim (video call sex), menggunakan robot/mainan seks yang dikendalikan lewat internet, hingga interaksi seksual menggunakan avatar dalam game atau dunia virtual (metaverse)."

Mari kita uji pengetahuan kamu

Ready?
3
2
1

Beberapa artikel Terkini

Referensi 1

International Journal of Research and Innovation in Social Science (Maret 2026)

Artikel ini meninjau bagaimana perkembangan teknologi mutakhir—seperti kecerdasan buatan (AI), konten deepfake, dan infrastruktur media sosial—mengubah cara perilaku seksual daring diproduksi dan dinormalisasi. Jurnal ini menyoroti dampak psikologis, kerentanan berbasis gender, hingga tantangan hukum dalam meregulasi ruang digital agar tetap aman dari eksploitasi.

Referensi 2

Jurnal Kolaboratif Sains / Malahayati Nursing Journal (Awal 2026)

Jurnal berbasis studi di Indonesia ini meneliti korelasi antara tingginya durasi penggunaan media sosial dengan peningkatan risiko perilaku seksual pranikah (termasuk interaksi seksual daring/cybersex). Artikel ini menekankan pentingnya penguatan literasi digital, edukasi kesehatan reproduksi, serta pengawasan orang tua untuk memitigasi paparan konten negatif pada generasi muda.

Referensi 3

Jurnal Penelitian Psikologi (2026)

Artikel ini berfokus pada sisi gelap interaksi seksual daring yang tidak konsensual (suka sama suka). Menggunakan pendekatan psikologis, penelitian ini membedah bagaimana remaja mendefinisikan dan merasakan dampak dari kekerasan seksual berbasis digital (Cyber Sexual Harassment), seperti penyebaran foto intim tanpa izin ataupun pelecehan seksual di media sosial.